Investor reksa dana harus mengerti risiko dan return, profil dari instrumen reksa dana, terutama terhadap yang ditawarkan secara gencar oleh manajer investasi.
Reksa dana merupakan produk investasi jangka panjang dan berbeda, misalnya dengan investasi di pasar uang. Ini karena reksa dana jatuh temponya lebih dari satu tahun.
Sangat tepat bagi investor jangka panjang menanamkan investasinya di reksa dana.
Tidaklah tepat bagi investor untuk memilih produk jangka panjang untuk keperluan jangka pendek. Jadi jangka waktu investasi harus disesuaikan dengan karakteristik produk investasi yang akan dipilih.
Salah satu reksa dana yang dinilai Menkeu cukup baik adalah reksa dana syariah. Angka-angka membuktikan bahwa reksa dana syariah itu tahan banting.